Bus Timing
Penting mempelajari Bus Timing ini,
dimana bus timing ini berguna sebagai sebelum memilih memori atau bagian
Input/Output untuk sebuah interface pada mikroprosesor 8086 atau 8088. Dimana pada
bagian ini menyediakan kedalam sebuah operasi signal bus, pembacaan dan bahkan
pada penulisan timing yang pokok dari mikroprosesor 8086 atau 8088
1.1
Operasi Bus yang Pokok
Tiga bus dari mikroprosesor 8086 atau 8088,
fungsi alamat, data dan kontrol sebenarnya adalah sebuah cara yang sama dengan
yang ada pada mikroprosesor lainnya. Jika data dituliskan pada memori,
mikroprosesor akan mengeluarkan alamat memori pada bus alamat, mengeluarkan
data untuk dituliskan ke dalam memori pada data bus tersebut, dan membuat
tulisan (WR) ke memori dan IO/M=0 untuk 8086. Jika data dibaca dari memori.
mikroprosesor akan menghasilkan sebuah alamat memori pada alamat bus, membuat
sebuah bacaan signal memori (RD), dan menerima data melalui data bus.
1.2
Timing Secara Umum
Jika pada READY rendah pada waktu ini,
T3 disini akan merupakan keadaan menunggu
atau Ts. T3 periode clocking ini disediakan berfungsi untuk
memungkinkan waktu memori memasukkan data. Jika bus cycle berfungsi sebagai
cycle bus pembacaan, bus data dicontohkan pada akhir T3•T4.
Dalam T4, seluruh signal bus di pasifkan
untuk persiapan bus cycle selanjutnya dan pada waktu 8086 atau 8088
menyederhanakan data bus yang menghubungkan data yang dibaca dari memori atau
110. Sebagai tambahan, pada point ini, pengiriman sisi signal WR akan
mengirimkan data ke memori atau 110, yang mengaktifkan dan melakukan penulisan
ketika signal WR kembali ke level logic 1.
1.3
Read Timing
Sebuah
Item yang paling terpenting dalam diagram timing pembacaan merupakan waktu yang
di mungkinkan memori atau Input/Output untuk membaca data. Memori dipilih
dengan waktu aksesnya, yang merupakan jumlah waktu yang digabung dimana
mikroprosesor memungkinkan untuk memasukkan data untuk operasi pembacaan. Oleh
karena itu, yang paling penting adalah b memori yang dapat dipilih dapat sesuai
dengan batasan sistem. Akan tetapi, diagram timing tidak menyediakan waktu
akses memori langsung.
Sebagai
pengganti diperlukan gabungan beberapa waktu untuk sampai waktu akses. Sebuah faktor
timing yang mungkin mempengaruhi operasi memori adalah sebuah lebar strobe RD.
dalam diagram timing, sebuah lebar strobe pembacaan diberikan dengan TRLRH.
Waktu untuk strobe ini adalah 325 ns (rata-rata clock 5 MHz), yang cukup lebar
untuk hampir semua pada bagian memori yang dibuat dengan waktu akses 400 ns
maupun kurang.
1.4
Write Timing
Mikroprosesor 8086 juga hampir sama
dan tidak perlu ditunjukkan di SIlll Perbedaan utama antara timing pembacaan
dan penulisan sangatlah minim. Strobe RD diganti dengan strobe WR, data bus
berisi sebuah informasi ke memori bukannya informasi dari memori, dan DT/R
meninggalkan logika 1 bukannya logika 0 pada semua bus cycle.
Ketika terjadi interfacing beberapa
bagian pada memori, timing mungkin kritis khususnya antara point dimana WR
menjadi logika 1 dan ketika data di pindahkan dari data bus. Ini merupakan
kasus karena, seperti yang akan di bahas, memori data dituliskan pada sisi
(trailing) dari strobe WR. Menurut diagram timing, periode kritis ini adalah T
WHDX atau 88ns jika 8088 dioperasikan dengan clock 5MHz. Waktu yang ada sering
sangat kurang daripada ini, dan kenyataan sering 0ns untuk bagian memori. Lebar
dari strobe WR adalah T WLWH atau 340ns pada rata-rata clock 5-MHz. Rata-rata
ini, juga sesuai dengan hampir semua bagian memori yang mempunyai waktu akses
dari400ns atau kurang.
2.
Keadaan Ready dan Wait
Sebuah masukan
READY menyebabkan waktu tunda untuk memperlambat komponen memori dan Input/Output. Dimana
sebuah waktu tunda adalah periode tambahan, dimana penambahan ini adalah sebuah
penyisipan
anatara T2 dan T3 akan memperpanjang siklusnya tersebut. seperti yang sebutkan
pada sebelumnya, bahwa input READY dapat menyebabkan keadaan menunggu untuk
memori yang lambat dan komponen I/O. Keadaan menunggu (Tw) adalah periode
clocking ekstra yang disisipkan antara T2 dan T3 untuk penyebaran bus cycle.
Jika
pernyataan menunggu disisipkan, maka waktu akses memori, secara normal 460ns
dengan 5MHz clock, disebarkan dengan satu periode clocking ke 660ns. Dalam
bagian ini, kita akan mendiskusikan sirkuit sinkronisasi READY yang ada didalam
clock generator 8284A, menunjukkan bagaimana menyisipkan satu atau lebih
pernyataan menunggu secara selektif kedalam bus cycle, dan menguji input READY
dan waktu sinkronisasi yang diperlukan.
2.1 Input Ready
Input READY dicontohkan dalam bagian
akhir T2 dan lagi, jika dapat diterapkan, dalam bagian tengah dari Tw. Jika
READY adalah logika 0 pada bagian akhir T2, maka T3 akan ditunda dan TW
disisipkan antara T2 dan T3. READY di contohkan kemudian pada bagian tengah Tw
untuk menentukan apakah pernyataan berikutnya adalah Tw atau T3. Perlu diujikan
untuk mendapatkan logika 0 pada transisi 1-0 dari clock pada bagian akhir T2
dan untuk 1 pada transisi 0-1 dari clock dalam bagian tengah Tw.
Input READY ke 8086/8088 mempunyai
beberapa persyaratan timing yang suilit. Timing yang di perlukan untuk operasi
ini dijumpai dengan sirkuit sinkronisasi READY internal dari generator clock
8284A. Jika 8284A digunakan untuk READY, input ROY (input ready ke 8284A) akan
muncul pada bagian akhir dari setiap pernyataan T.
2.2
RDY dan 8284A
RDY merupakan sebuah input ready yang
disinkronisasi pada clock generator 8284A. Input ASYNC akan memilih satu tahap
sinkronsasi jika merupakan logika 1 dan memilih dua tahap jika logika o. Jika
satu tahap diseleksi, maka signal RDY akan disimpan dari perolehan pin READY
8086 atau 8088 hingga sisi negatif selanjutnya dari clock. Jika dua tahap diseleksi,
maka sisi positif pertama dari clock akan menangkap RDY dalam flip-flop
pertama.
Output
dari flip-flop ini diberikan ke flip-flop kedua sehingga pada sisi negatif
berikutnya dari clock, flip-flop kedua akan menangkap RDY. Disini serial 8-bit
akan mengambil (74LSI64) logika 0 untuk satu atau lebih periode clock dari satu
output Q-nya hingga ke RDYl, input dari 8284A. Dengan ketentuan yang
semestinya, sirkuit ini dapat menyediakan beberapa jumlah pernyataan menunggu.
Juga perhatikan bagaimana register penggati dikosongkan kembali ke point
permulaannya.
Output dari register ditekan tinggi ketikapin
RD, WR, dan !NTA semuanya adalah logika 1. Tiga signal tersebut adalah tinggi
hingga pernyataan T2, sehingga register penggantiakan berganti untuk pertama kali
ketika sisi positif dari T2 tiba. Jika satu wait diinginkan, maka ouput QB
dihubungkan kegerbang OR. Jika dua wait diinginkan, maka outputQc
dihubungkan, dan seterusnya.
3.
Mode Minimum dan Mode Maksimum
Ada
2 mode operasi untuk mikroprosesor 8086 atau 8088, yaitu mode minimum dan mode
maksimum.
Operasi
mode minimum diperoleh dengan menghubungkan pin pilihan mode MN/MX ke+5V, dan
mode maksimum dipilih dengan menghubungkan ke dasar pin tersebut. Kedua mode
tersebut mempunyai struktur kontrol yang berbeda untuk mikroprosesor 8086/8088.
Mode operasi yang disediakan oleh mode minimum adalah sama dengan 8085A,
mikroprosesor yang paling akhir adalah Intel 8-bit, dimana mode maksimum adalah
baru dan unik serta direncanakan digunakan jika co-procesor muncul dalam sistem.
3.1Operasi
Mode Minimum
Operasi
mode minimum merupakan sebuah cara yang paling mudah untuk mengoperasikan
mikroprosesor 8086 atau 8088.
3.2
Operasi Mode Maksimum
Operasi
mode maksimum berbeda dengan mode minimum , dimana pada dalam hal beberapa
signal kontrolnya yang dibuat secara ekstenal. Dimana didalamnya akan memerlukan tambahan dari pengontrol bus
eksternal pengontrol bus 8288. Tidak ada cukup pin pada 8086 atau 8088 untuk
kontrol bus selama mode maksimum karena pin baru dan ciri baru telah diganti
beberapa diantaranya. Mode maksimum digunakan hanya jika sistem berisi
coprocesor eksternal seperti coprocesor aritmatika 8087 tersebut.
3.3
Pengontrol Bus 8288
Pada sistem 8086
atau 8088 yang dioperasikan dalam mode maksimum harus mempunyai sebuah pengontrol
bus 8288 untuk menyediakan signal yang dihapus dari 8086 atau 8088 dengan
operasi mode maksimum disini.
sumber:
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/peng.mikroprosesor/bab6-spesifikasi-hardware8086-8088.pdf
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/peng.mikroprosesor/bab6-spesifikasi-hardware8086-8088.pdf
http://dokumen.tips/documents/mikroprosesor-8086.html
http://lang8088.blogspot.co.id/2011/03/spesifikasi-perangkat-keras-80868088.html
http//hery-h.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/Materi-8086-8088-Specification.PDF
http://rohmattullah.student.telkomuniversity.ac.id/pengertian-dan-fungsi-catu-daya-secara-umum/
http://www.academia.edu/3818141/TEORI-MIKROPROSESOR-8088
http://arekelektroumg.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-power-supply-catu-daya.html
http://ariqnikputra.blogspot.co.id/2016_10_01_archive.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar