Jumat, 25 November 2016

TUGAS MANAJEMEN PROYEK & RESIKO | DIAZ SUKMA LAKSANA PUTRA | 23114031 | 3KB03


TOKO PRODUKSI ALAT PAPAN SIRKUIT CETAK (PCB)

NAMA TOKO :  "ELEKTRO CITY"

VISI :  

 "Menjadi salah satu Toko Bidang Elektro terbesar  di bidang produksi Alat Papan Sirkuit  Cetak/PCB"

Misi :
1.     Menciptakan Produk Berkualitas.
2.      Memberikan Kepuasan kepada costumer melalui produk hasil buatan kami.



Minggu, 20 November 2016

TUGAS MIKROKOMPUTER | DIAZ SUKMA LAKSANA PUTRA | 3KB03 | 233114031





Konsep Mikroprogramming
Microprogramming adalah cara pengoperasian bagian kontrol komputer yang menguraikan setiap instruksi menjadi beberapa tahap kecil (microstep) yang merupakan bagian mikroprogram. Sejumlah sistem menyediakan mikroprogram, sehingga pemakai dapat menyesuaikan perintah dengan mesinnya.

1.            Struktur Register Mikroprosessor
                Register merupakan sebagian memori dari mokroprosesor yang dapat diakses dengan kecepatan yang sangat tinggi.Sebuah register adalah sebuah tempat penampungan semantara untuk data-data yang akan diolah oleh prosesor, dan dibentuk oleh 16 titik elektronis didalam chip mikroprosesor itu sendiri.dengan adanya penampungan data sementara ini,proses pengolahan akan bisa dilakukan secara cepat di bandingkan apabila data-data tersebut harus diambil langsung dari lokasi-lokasi memori. Register adalah sebagian kecil memory komputer yang dipakai untuk tempat penampungan data.Data yang terdapat dalam register dapat diproses dalam berbagai operasi dengan melihat berapa besar kemampuan register tersebut (8 atau 16 bit).

1.1               Code Segment
Code segmen berfungsi untuk mencatat segmen dari kode program/ instruksi atau digunakan untuk menunjukkan tempat dari segmen yang sedang aktif.  Register CS berpasangan dengan register IP (Instruction Pointer) dalam format CS:IP.
Pada intiya Code segment ini digunakan untuk menunjukkan tempat dari segmen yang sedang aktif.

1.2               Data Segment
Data segmen biasanya digunakan untuk menunjukkan tempat segmen dimana data-data disimpan atau Menyimpan alamat dari segment dimana data terletak.

1.3               Stack Segment
Stack segmen adalah berfungsi untuk menyimpan alamat dari segmen dimana data terletak atau  Menyimpan alamat segment memori yang dipergunakan sebagai stack.

1.4               Extra Segment
Extra segment register merupakan register segment tambahan yang digunakan pada operasi-operasi string. Stack Segment Register Berpasangan dengan register SP, stack segment register berfungsi untuk menunjukkan alamat stack memory pada operasi PUSH dan POP dan berfungsi untuk menyimpan alamat instruksi berikutnya ketika memanggil suatu prosedur (CALL) dan mengarahkan kembali ke program utama (RET) SEGMENT REGISTER.
Pada initinya Extra segmen sesuai dengan namanya adalah suatu register bonus yang tidak yang menpunyai suatu tugas khusus, yang berfungsi untuk menyimpan alamat tambahan: misalnya alamat display, alamat sistem operasi, dan sebagainya.

1.5               Flag Register
Merupakan register berukuran 1 bit yang menunjukkan kondisi dari suatu keadaan (ya/tidak atau 0/1)




2.         Mode Pengalamatan (Addressing Mode)
Mode pengalamatan adalah bagaimana cara menunjuk dan  mengalamati suatu lokasi memori pada  sebuah alamat di mana operand akan diambil. Mode pengalamatan diterapkan pada set instruksi, dimana pada umumnya instruksi terdiri dari opcode (kode operasi) dan alamat. Setiap mode pengalamatan memberikan fleksibilitas khusus yang sangat penting. Mode pengalamatan ini meliputi direct addressing, indirect addressing, dan immediate addressing.

2.1          Mode Data-Addressing
                Mode Data Addresing merupakan aspek dari set instruksi arsitektur di sebagian besar central processing unit (CPU) desain. Berbagai mode pengalamatan addressing yang didefinisikan dalam arsitektur set instruksi yang diberikan menentukan bagaimana bahasa mesin instruksi dalam arsitektur yang mengidentifikasi operan (s) dari setiap instruksi. Sebuah mode pengalamatan menentukan bagaimana menghitung efektif alamat memori dari operan dengan menggunakan informasi yang diadakan di register dan / atau konstanta yang terkandung dalam instruksi mesin atau di tempat lain.

2.1.1          Register Addressing
Register addressing atau yang biasa disebut dengan Pengalamatan Register merupakan sebuah metode pengalamatan register mirip dengan mode pengalamatan langsung, dimana perbedaanya terletak pada field alamat yang mengacu pada register, bukan pada memori utama, Dimana Field yang mereferensi register memiliki panjang 3 atau 4 bit, sehingga dapat mereferensi 8 atau 16 register general purpose
Ada beberapa sebuah keuntungan yaitu pada diperlukan field alamat berukuran kecil dalam instruksi dan tidak diperlukan referensi memori dan pada akses ke register lebih cepat daripada akses ke memori, sehingga proses eksekusi akan lebih cepat dan adapun kerugiannya merupakan pada ruang alamat menjadi terbatas

2.1.2      Immediate Addressing
Immediate Addressing atau yang biasa disebut dengan Pengalamatan Segera Adalah bentuk pengalamatan yang paling sederhana.
Dimana Immediate Addressing ini merupakan sebuah operand benar-benar ada dalam instruksi atau bagian dari intsruksi, operand sama dengan field alamat, pada umumnya bilangan akan disimpan dalam bentuk complement dua, pada Bit paling kiri sebagai bit tanda, pada ketika operand dimuatkan ke dalam register data, bit tanda digeser ke kiri hingga maksimum word data
Immediate addressing ini mempunyai keuntungan yaitu tidak adanya referensi memori selain dari instruksi yang diperlukan untuk memperoleh operand dan m enghemat siklus instruksi sehingga proses keseluruhanakan akan cepat , adapun kekurangannya adalah  pada kuran bilangan dibatasi oleh ukuran field.

2.1.3          Register Indirect Addressing
Register indirect addressing atau yang biasa kita sebut dengan sebutan Pengalamatan tak-langsung register merupakan sebuah metode pengalamatan register tidak langsung mirip dengan mode pengalamatan tidak langsung, perbedaannya adalah field alamat mengacu pada alamat register, dimana pada letak operand berada pada memori yang dituju oleh isi register. Dimana keuntungan dan keterbatasan pengalamatan register tidak langsung pada dasarnya sama dengan pengalamatan tidak langsung, hanya saja keterbatasan field alamat diatasi dengan pengaksesan memori yang tidak langsung sehingga alamat yang dapat direferensi akan semakin banyak.Dalam satu siklus pengambilan dan penyimpanan, mode pengalamatan register tidak langsung hanya menggunakan satu referensi memori utama sehingga lebih cepat daripada mode pengalamatan tidak langsung.

2.1.4          Base Plus Indeks Addressing
Merupakan sebuah metode pengalamatan untuk mentransfer byte/word antara register dan memori yang dimana alamatnya akan ditunjukan oleh jumalah register base dan index.

2.1.5          Relatif Register Addressing
Merupakan sebuah mode pengalamatan  untuk transfer  byte/wprd antara register dan memori yang alamatnya ditunjukan oleh isi suatu register dan jaraknya/displacement.

2.1.6          Relatif Plus Indeks Addressing
Merupakan sebuah mode pengalamatan untuk mentransfer byte/word antara register dan memori yang alamatnya ditunjukan oleh  suatu register dan index ditambah displacement tersebut.



2.2      Mode Memori- Addressing
Mode Memori – Addressing merupaka sebuah mode bagaimana cara menunjuk dan  mengalamati suatu lokasi memori pada  sebuah alamat di mana operand akan diambil. Mode pengalamatan diterapkan pada set instruksi, dimana pada umumnya instruksi terdiri dari opcode dan alamat. Setiap mode pengalamatan memberikan fleksibilitas khusus yang sangat penting. Mode pengalamatan ini meliputi direct addressing, indirect addressing, dan immediate addressing

2.2.1 Addressing Langsung
Mode data addressing Langsung ini relative sederhana, dikarenakan disimpan secara langsung setelah opcode decimal dalam memori tersebut, dimana addressing langsung ini akan mentransfer byte atau kata secara langsung dari suatu intruksi program kedalam register atau lokasi memori.
Dimana pada teknik ini banyak digunakan pada komputer lama dan komputer kecildan Hanya memerlukan sebuah referensi memori dan tidak memerlukan kalkulus khusus, teknik ini mempunyai kelebihan Field alamat berisi efektif address sebuah operand dan kekurangan keterbatasan field alamat karena panjang field alamat biasanya lebih kecil dibandingkan panjang word.

Contoh : ADD A ; tambahkan isi pada lokasi alamat A ke akumulator


2.2.2          Addressing Tidak Langsung
Addressing tidak Langsung ini merupakan mode pengalamatan tak langsung, yang dimana field alamat mengacu pada alamat word di alamat memori, yang pada gilirannya akan berisi alamat operand yang panjang
melebihan ruang bagi alamat menjadi besar sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi dan kekurangan diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga memperlambat proses operasi
Contoh :
ADD (A) ; tambahkan isi memori yang ditunjuk oleh isi alamat A ke akumulator


2.2.3          Addressing Relatif

Addressing Relatif ini  merupakan sebuah register yang direferensi secara implisit adalah program counter (PC), dimana pada alamat efektif relative addresing didapatkan dari alamat instruksi saat itu ditambahkan ke field alamat  dan pada relativ addressing memanfaatkan konsep lokalitas memori untuk menyediakan operand-operand berikutnya .

3.            Instruksi Pemindahan Data
3.1          MOV
Perintah MOV adalah perintah untuk mengisi, memindahkan,memperbaruhi isi suatu register, variable ataupun lokasi memory,
3.2          PUSH
Adalah perintah untuk memasukan isi register pada stack, dengan tata penulisannya:POP [operand 16 bit]
3.3          POP
perintah yang berguna untuk mengeluarkan isi dari register/variable dari stack,dengan tata penulisannya adalah : POP [operand 16 bit]
3.4          XXCHG
adalah instuksi yang digunakan untuk menukar data antara dua register tujuan umum atau antara tujuan umum register dan tempat penyimpanan memori.

3.5          XLAT
adalah instruksi yang digunakan untuk menyederhanakan pelaksanaan dari operasi pencarian tabel. Eksekusi dari XLAT menggantikan isi dari register AL dengan isi yang diakses oleh tempat pencarian tabel.

3.6          IN
Untuk memindahkan data dari pernagkat I/O tertentu ke tujuan, dimana membaca data dari suatu port dan memasukkan nilainya ke dalam suatu register gunakan perintah IN.
3.7          OUT
Untuk memindahkan data dari sumber tertentu ke perangkat I/O,  perintah OUT digunakan untuk memasukkan suatu nilai ke dalam suatu port

3.8          LEA
Intruksi yang menyediakan kemampuan untuk manipulasi alamat memori dengan memuat setidaknya 16-bit yang mengimbangi alamat dalam tujuan umum register atau sebuah register.
3.9          LDS
Intruksi yang menyediakan kemampuan untuk manipulasi alamat memori dengan memuat setidaknya 16-bit yang mengimbangi alamat dalam tujuan umum register atau sebuah register.
3.10        LES
Intruksi yang menyediakan kemampuan untuk manipulasi alamat memori dengan memuat setidaknya 16-bit yang mengimbangi alamat dalam tujuan umum register atau sebuah register.
3.11        LAHF
                Intruksi yang menyediakan kemampuan untuk memindah bendera kedalam AH
3.12        SAHF
                Intruksi yang menyediakan kemampuan untuk memuat bendera dari AH
3.13        LODS
                Intruksi yang menyediakan kemampuan untuk memuat AL ayau AX dalam byte atau word
3.14        STOS
                Intruksi yang menyediakan kemampuan untuk menyimpan AL ayau AX dalam byte atau word
3.15        MOVS
                Intruksi yang menyediakan kemampuan untuk Memindahkan byte/word


Sumber :

http://apaitu.web.id/microprogramming/
http://whiteregion.blogspot.co.id/2015/05/struktur-alu-register-dan-cpu.html
http://slideplayer.info/slide/3652250/
http://www.docfoc.com/download/documents/struktur-register-set-mikroprosesor
http://jejaringberbagi.blogspot.co.id/2015/01/mode-pengalamatan.html
https://ubay16.wordpress.com/2013/10/30/metode-pengalamatan/
http://setiawantkj.blogspot.co.id/2013/05/penjelasan-jenis-pengalamatan.html
http://zilan7green.blogspot.co.id/2013/02/makalah-arsitektur-komputer-mode.html
https://blog.uad.ac.id/kholis1600018244/instruksi-set-80888086-dan-data-transfer/
http://tid3ustj.blogspot.co.id/2012/10/daftar-instruksi-bahasa-assembly.html
http://creativestayle.blogspot.co.id/2013/12/instruksi-instruksi-dalam-mikroprosesor.html
https://ekofitriyanto.wordpress.com/2013/10/30/177/
http://jovanangga.blogspot.co.id/2012/11/set-instruksi-dan-teknik-pengalamatan.html
http://dani-jazmi.blogspot.co.id/2011/04/set-instruksi-mikroprosessor-8085.html







Minggu, 06 November 2016

TUGAS MIKROKOMPUTER | DIAZ SUKMA LAKSANA PUTRA | 3KB03 | 233114031


 


Bus Timing
Penting mempelajari Bus Timing ini, dimana bus timing ini berguna sebagai sebelum memilih memori atau bagian Input/Output untuk sebuah interface pada mikroprosesor 8086 atau 8088. Dimana pada bagian ini menyediakan kedalam sebuah operasi signal bus, pembacaan dan bahkan pada penulisan timing yang pokok dari mikroprosesor  8086 atau 8088
1.1 Operasi Bus yang Pokok

Tiga bus dari mikroprosesor 8086 atau 8088, fungsi alamat, data dan kontrol sebenarnya adalah sebuah cara yang sama dengan yang ada pada mikroprosesor lainnya. Jika data dituliskan pada memori, mikroprosesor akan mengeluarkan alamat memori pada bus alamat, mengeluarkan data untuk dituliskan ke dalam memori pada data bus tersebut, dan membuat tulisan (WR) ke memori dan IO/M=0 untuk 8086. Jika data dibaca dari memori. mikroprosesor akan menghasilkan sebuah alamat memori pada alamat bus, membuat sebuah bacaan signal memori (RD), dan menerima data melalui data bus.

1.2 Timing Secara Umum
Jika pada READY rendah pada waktu ini, T3 disini akan merupakan keadaan menunggu  atau Ts. T3 periode clocking ini disediakan berfungsi untuk memungkinkan waktu memori memasukkan data. Jika bus cycle berfungsi sebagai cycle bus pembacaan, bus data dicontohkan pada akhir T3•T4.

Dalam T4, seluruh signal bus di pasifkan untuk persiapan bus cycle selanjutnya dan pada waktu 8086 atau 8088 menyederhanakan data bus yang menghubungkan data yang dibaca dari memori atau 110. Sebagai tambahan, pada point ini, pengiriman sisi signal WR akan mengirimkan data ke memori atau 110, yang mengaktifkan dan melakukan penulisan ketika signal WR kembali ke level logic 1.

1.3 Read Timing

Sebuah Item yang paling terpenting dalam diagram timing pembacaan merupakan waktu yang di mungkinkan memori atau Input/Output untuk membaca data. Memori dipilih dengan waktu aksesnya, yang merupakan jumlah waktu yang digabung dimana mikroprosesor memungkinkan untuk memasukkan data untuk operasi pembacaan. Oleh karena itu, yang paling penting adalah b memori yang dapat dipilih dapat sesuai dengan batasan sistem. Akan tetapi, diagram timing tidak menyediakan waktu akses memori langsung.

Sebagai pengganti diperlukan gabungan beberapa waktu untuk sampai waktu akses. Sebuah faktor timing yang mungkin mempengaruhi operasi memori adalah sebuah lebar strobe RD. dalam diagram timing, sebuah lebar strobe pembacaan diberikan dengan TRLRH. Waktu untuk strobe ini adalah 325 ns (rata-rata clock 5 MHz), yang cukup lebar untuk hampir semua pada bagian memori yang dibuat dengan waktu akses 400 ns maupun kurang.



1.4 Write Timing

Mikroprosesor 8086 juga hampir sama dan tidak perlu ditunjukkan di SIlll  Perbedaan utama antara timing pembacaan dan penulisan sangatlah minim. Strobe RD diganti dengan strobe WR, data bus berisi sebuah informasi ke memori bukannya informasi dari memori, dan DT/R meninggalkan logika 1 bukannya logika 0 pada semua bus cycle.

Ketika terjadi interfacing beberapa bagian pada memori, timing mungkin kritis khususnya antara point dimana WR menjadi logika 1 dan ketika data di pindahkan dari data bus. Ini merupakan kasus karena, seperti yang akan di bahas, memori data dituliskan pada sisi (trailing) dari strobe WR. Menurut diagram timing, periode kritis ini adalah T WHDX atau 88ns jika 8088 dioperasikan dengan clock 5MHz. Waktu yang ada sering sangat kurang daripada ini, dan kenyataan sering 0ns untuk bagian memori. Lebar dari strobe WR adalah T WLWH atau 340ns pada rata-rata clock 5-MHz. Rata-rata ini, juga sesuai dengan hampir semua bagian memori yang mempunyai waktu akses dari400ns atau kurang.



2.     Keadaan Ready dan Wait 
Sebuah masukan READY menyebabkan waktu tunda untuk memperlambat komponen memori dan Input/Output.  Dimana sebuah waktu tunda adalah periode tambahan, dimana penambahan ini adalah sebuah penyisipan anatara T2 dan T3 akan memperpanjang siklusnya tersebut. seperti yang sebutkan pada sebelumnya, bahwa input READY dapat menyebabkan keadaan menunggu untuk memori yang lambat dan komponen I/O. Keadaan menunggu (Tw) adalah periode clocking ekstra yang disisipkan antara T2 dan T3 untuk penyebaran bus cycle.

Jika pernyataan menunggu disisipkan, maka waktu akses memori, secara normal 460ns dengan 5MHz clock, disebarkan dengan satu periode clocking ke 660ns. Dalam bagian ini, kita akan mendiskusikan sirkuit sinkronisasi READY yang ada didalam clock generator 8284A, menunjukkan bagaimana menyisipkan satu atau lebih pernyataan menunggu secara selektif kedalam bus cycle, dan menguji input READY dan waktu sinkronisasi yang diperlukan.

2.1  Input Ready
Input READY dicontohkan dalam bagian akhir T2 dan lagi, jika dapat diterapkan, dalam bagian tengah dari Tw. Jika READY adalah logika 0 pada bagian akhir T2, maka T3 akan ditunda dan TW disisipkan antara T2 dan T3. READY di contohkan kemudian pada bagian tengah Tw untuk menentukan apakah pernyataan berikutnya adalah Tw atau T3. Perlu diujikan untuk mendapatkan logika 0 pada transisi 1-0 dari clock pada bagian akhir T2 dan untuk 1 pada transisi 0-1 dari clock dalam bagian tengah Tw.

Input READY ke 8086/8088 mempunyai beberapa persyaratan timing yang suilit. Timing yang di perlukan untuk operasi ini dijumpai dengan sirkuit sinkronisasi READY internal dari generator clock 8284A. Jika 8284A digunakan untuk READY, input ROY (input ready ke 8284A) akan muncul pada bagian akhir dari setiap pernyataan T.

2.2 RDY dan 8284A

RDY merupakan sebuah input ready yang disinkronisasi pada clock generator 8284A. Input ASYNC akan memilih satu tahap sinkronsasi jika merupakan logika 1 dan memilih dua tahap jika logika o. Jika satu tahap diseleksi, maka signal RDY akan disimpan dari perolehan pin READY 8086 atau 8088 hingga sisi negatif selanjutnya dari clock. Jika dua tahap diseleksi, maka sisi positif pertama dari clock akan menangkap RDY dalam flip-flop pertama.

 Output dari flip-flop ini diberikan ke flip-flop kedua sehingga pada sisi negatif berikutnya dari clock, flip-flop kedua akan menangkap RDY. Disini serial 8-bit akan mengambil (74LSI64) logika 0 untuk satu atau lebih periode clock dari satu output Q-nya hingga ke RDYl, input dari 8284A. Dengan ketentuan yang semestinya, sirkuit ini dapat menyediakan beberapa jumlah pernyataan menunggu. Juga perhatikan bagaimana register penggati dikosongkan kembali ke point permulaannya.

Output dari register ditekan tinggi ketikapin RD, WR, dan !NTA semuanya adalah logika 1. Tiga signal tersebut adalah tinggi hingga pernyataan T2, sehingga register penggantiakan berganti untuk pertama kali ketika sisi positif dari T2 tiba. Jika satu wait diinginkan, maka ouput QB dihubungkan kegerbang OR. Jika dua wait diinginkan, maka  outputQc dihubungkan, dan seterusnya.


3. Mode Minimum dan Mode Maksimum

Ada 2 mode operasi untuk mikroprosesor 8086 atau 8088, yaitu mode minimum dan mode maksimum.

Operasi mode minimum diperoleh dengan menghubungkan pin pilihan mode MN/MX ke+5V, dan mode maksimum dipilih dengan menghubungkan ke dasar pin tersebut. Kedua mode tersebut mempunyai struktur kontrol yang berbeda untuk mikroprosesor 8086/8088. Mode operasi yang disediakan oleh mode minimum adalah sama dengan 8085A, mikroprosesor yang paling akhir adalah Intel 8-bit, dimana mode maksimum adalah baru dan unik serta direncanakan digunakan jika co-procesor muncul dalam sistem.


3.1Operasi Mode Minimum

Operasi mode minimum merupakan sebuah cara yang paling mudah untuk mengoperasikan mikroprosesor 8086 atau 8088.


3.2 Operasi Mode Maksimum

Operasi mode maksimum berbeda dengan mode minimum , dimana pada dalam hal beberapa signal kontrolnya yang dibuat secara ekstenal. Dimana didalamnya akan  memerlukan tambahan dari pengontrol bus eksternal pengontrol bus 8288. Tidak ada cukup pin pada 8086 atau 8088 untuk kontrol bus selama mode maksimum karena pin baru dan ciri baru telah diganti beberapa diantaranya. Mode maksimum digunakan hanya jika sistem berisi coprocesor eksternal seperti coprocesor aritmatika 8087 tersebut.


3.3 Pengontrol Bus 8288

Pada sistem 8086 atau 8088 yang dioperasikan dalam mode maksimum harus mempunyai sebuah pengontrol bus 8288 untuk menyediakan signal yang dihapus dari 8086 atau 8088 dengan operasi mode maksimum disini.


sumber:


http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/peng.mikroprosesor/bab6-spesifikasi-hardware8086-8088.pdf

http://dokumen.tips/documents/mikroprosesor-8086.html

http://lang8088.blogspot.co.id/2011/03/spesifikasi-perangkat-keras-80868088.html

http//hery-h.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/Materi-8086-8088-Specification.PDF

http://rohmattullah.student.telkomuniversity.ac.id/pengertian-dan-fungsi-catu-daya-secara-umum/

http://www.academia.edu/3818141/TEORI-MIKROPROSESOR-8088

http://arekelektroumg.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-power-supply-catu-daya.html

http://ariqnikputra.blogspot.co.id/2016_10_01_archive.html