Jumat, 21 Oktober 2016

MANAJEMEN PROYEK & RESIKO | DIAZ SUKMA LAKSANA PUTRA , 23114031, 3KB03 |



Rusia Sangat Tertarik di Proyek Nuklir Indonesia



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rusia dinilai bisa jadi rekan Indonesia dalam pengembangkan proyek nuklir. Ketua Kajian Nuklir Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), Dwi Rahayu mengatakan Rusia sangat tertarik untuk terlibat di berbagai proyek nuklir di Indonesia.

"Saya melihat bahwa Rusia sangat tertarik untuk terlibat di berbagai proyek nuklir di Indonesia," kata Dwi pada Republika.co.id. Tak hanya di Indonesia, Rusia juga telah menunjukan komitmennya dalam pengembangan nuklir di dunia.

Menurut Dwi, dunia telah mengakui perusahaan nuklir Rusia, Rosatom memiliki prestasi luar biasa dibidang teknologi nuklir. Sehingga Rusia dapat diandalkan untuk bekerja sama memenuhi permintaan proyek nuklir di berbagai bidang.

Ia menjelaskan, ketertarikan Rusia tidak ditujukan hanya untuk proyek di Indonesia, tapi juga di berbagai negara. "Kerja sama nuklir di berbagai bidang ini maksudnya pemanfataan nuklir untuk energi maupun non-energi, seperti di bidang kesehatan dan lain-lain," katanya.


 Gambar rencana pembangkit listrik tenaga nuklir ditampilkan pada workshop media tentang teknologi nuklir di Pusat Iptek dan Kebudayaan Rusia, Jakarta, Selasa (11/10).

Dwi yang saat ini belajar di salah satu kampus nuklir di Rusia, National Research Nuclear University MEPhI melihat secara langsung bahwa riset nuklir Rusia berkembang sangat baik. Menurut Dwi, Rusia sudah memiliki rencana untuk bekerja sama dengan Indonesia.

"Terutama untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), namun sekali lagi, selagi Indonesia tidak mendeklarasikan komitmen "go nuclear" dan tetap menempatkan nuklir sebagai pilihan terakhir, maka sulit mewujudkan PLTN di Indonesia," kata Dwi.

Indonesia memang masih belum memprioritaskan pemanfaatan tenaga nuklir. Padahal menurut Dwi, dalam salah satu tulisannya menyebut tidak ada alasan untuk ragu. Mitos atau rumor yang beredar soal nuklir pun tidak sesuai dengan fakta ilmiah yang ada.

Maka, Dwi mengatakan PPI sangat mendukung pemerintah untuk segera mempertimbangkan nuklir sebagai salah satu sumber energi. PPI Dunia pun telah mengeluarkan deklarasi "Merdeka Energi Nuklir untuk Indonesiaku" pada 17 Agustus 2016 lalu.

Di dalamnya, PPI menyatakan bahwa Indonesia siap memanfaatkan teknologi nuklir untuk energi. Secara kemampuan baik teknologi, sumberdaya manusia maupun sosial masyarakat.  "Kami mendukung Indonesia untuk segera membuat kebijakan pemanfaatan energi nuklir sebagai salah satu sumber listrik dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)," katanya.

Deklarasi tersebut menyebut bangsa yang maju adalah bangsa yang menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya nuklir. Pemanfaatan teknologi nuklir untuk perdamaian dan kesejahteraan umat manusia mutlak dibutuhkan di seluruh sektor.

Sumber :





KOMENTAR/TANGGAPAN;



Dari masa ke masa kebutuhan energi listrik di Indonesia terus semakin meningkat, akan tetapi  sementara masih banyaknya daerah-daerah yang masih kekurangan tenaga listrik dan bahkan masih ada beberapa daerah pelosok yang belum terjangkau masuknya tenaga listrik di Indonesia. Peningkatan energy listrik memang harus di kembangkan, akan tetapi juga memerlukan energy lain untuk mendukungnya seperti gas alam dan minyak, dimana minyak dan gas alam ini tidak dapat bertahan lama untuk pemasokan di masa depan jika dipakai secara terus-meneru.

Dimana minyak dan gas alam ini akan berkurang secara perlahan tapi pasti, yaitu artinya tidak  mempunyai prospek ekspansi pada jangka panjang kedepannya, pada era ini dimana akan sangatlah dibutuhkan peningkatan energy listrik yang lebih besar, akan tetapi tidak bisa  terus-menerus bergantung pada minyak dan gas alam , karena perlahan tapi pasti akan habis, pada artikel ini menjelaskan bahwa jalan keluarnya hanyalah menggunakan tenaga nuklir untuk pembangkitan daya dan  meningkatkan daya pada PLTN saat ini, akan tetapi timbulah sebuah masalah resiko jika  Proyek pembangkit daya menggunakan Nuklir ini di Indonesia, dan bermunculanlah dampak negative maupun positifnya jika Indonesia memakai tenaga nuklis pada PLTN.

Dengan timbulnya dampak negative dan positif disini seharusnya PLTN meminimalisir dan memfikirkan matang-matang dalam dalam Proyek Nuklir di Indonesia ini, walaupun energy nuklir ini telah memainkan peran yang signifikan dalam bidang suplai listrik dunia dan sumber listrik di sejumlah Negara dengan prospek yang lebih baik, akan tetapi tetap akan menimbulkan resiko proyek yang tinggi, dimana pada nuklir ini sangat membahayakan dan mengancam keselamatan manusia dan makhluk hidup lainnya, dimana pada radiasi nuklir ini jika terdapat kebocoran akan berakibatkan sangat fatal, dan pada  teknologi Nuklir bisa disalah gunakan untuk senjata pemusnah massal.

 Ada beberapa bahaya dari PLTN yang perlu dipertimbangkan, yang  Pertama, kesalahan manusia  yang bisa menyebabkan kebocoran, yang jangkauan radiasinya sangat luas dan berakibat fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup. Kedua, yang dihasilkan oleh PLTN ini adalah Nuklir, dimana jika ia memiliki kebocoran maka akan ada daya ledakan yang sangat dahsyat. Sebab ambil saja contoh pada nuklir ini,yaitu contohnya salah satu bahan baku pembuatan Bom paling dahyat yaitu di Kota Hiroshima, dimana Kota Hiroshima hancur lebur hanya oleh 5 kg Nuklir ini. Ketiga, limbah yang dihasilkan nuklir ini bisa berpengaruh pada genetika. Di samping itu, tenaga nuklir memancarkan radiasi radio aktif yang sangat berbahaya bagi manusia.

Dengan demikian banyak opini tersendiri bagi masyarakat ketika mengetahui hal negative ini, kepedulian masyarat yang signifikan terhadap PLTN, dimana kepedulian ini terpusat pada resiko kecelakaan, pembuangan limbah nuklir, dan radiasi radio aktif jika terjadi kebocoran pada nuklir tersebut, dan keperihatinan masyarat ini berpusat terhadap proteksi lingkungan. Meskipun, industri nuklir percaya bahwa baik keselamatan maupun limbah-limbah dapat ditangani sehingga risiko-risikonya terhadap masyarakat dapat dipertahankan pada level paling tidak serendah yang dari industri-industri lain, akan tetapi tetap saja bahaya pada resiko ini sangatlah mengkhawatirkan.

Meskipun keselamatan PLTN menjanjikan begitu baik dengan struktur dan sistem  yang ketat  hampir tidak mungkin adanya resiko, namun banyak yang tidak menginginkan dijalankannya sesuatu yang berisiko seperti ini. Ketakutan ini memperkuat perlawanan terhadap manfaat PLTN yang baru dan lebih baik ini. Akhirnya, keseimbangan antara risiko dan manfaat bukanlah hal biasa semata. Bagaimanapun, di tengah  kekhawatiran masyarakat ini, nuklir dalam berbagai aplikasinya tetap menjadi harapan bagi kemakmuran masa depan di Indonesia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar